Tag Archives: Bahasa

Dosen Unnes Mengajar Bahasa Indonesia di Thailand

Dosen BIPA (bahasa Indonesia bagi penutur asing) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Wati Istanti, menjadi dosen tamu di King Mongkuts University Techonology Thailand. Hingga bulan Agustus 2012, ia bersama 6 dosen BIPA dari berbagai universitas di Indonesia lainnya akan mengajar di Negeri Gajah Putih itu.

Penyerahan 7 dosen BIPA ke 7 universitas di Thailand, seperti dilansir laman www.atdikbangkok.com, telah dilaksanakan di KBRI Bangkok oleh Dubes RI, belum lama ini. Dalam kesempatan itu diserahkan pula 350 buku penunjang pembelajaran.

Pengajar BIPA yang mengajar di 7 universitas di Thailand selama 2 bulan, merupakan program kerja Atdikbud KBRI Bangkok dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand. Selain itu diharakan meningkatkan jumlah warga Thailand yang menguasai bahasa Indonesia yang dalam mendukung kerja sama investasi, ekonomi, pariwisata, pendidikan, kebudayaan dan IPTEKS antara kedua belah pihak, dan menyiapkan bahasa Indonesia sebagai “The Second Language” di ASEAN.

Peserta BIPA di 7 universitas di Thailand tahun 2012 berjumlah 500 orang. Peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, pejabat perguruan tinggi, pegawai administrasi, dan guru besar di masing-masing universitas.

Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unnes Prof Fathur Rokhman menuturkan, semakin banyak mahasiswa serta pimpinan di lingkungan perguruan tinggi Thailand serta akademisi yang menguasai bahasa Indonesia, berdampak positif bagi peningkatan citra Indonesia. “Perkembangan tersebut juga akan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, terutama pendidikan,” ujar Prof Fathur.

Universitas Negeri Semarang

Wikipedia Bahasa Jawa Kembali Diluncurkan

Beberapa perguruan tinggi berlomba dalam ajang kompetisi menulis di Wikipedia Bahasa Jawa Papat Limpad 2012. Sebelumnya, Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada tahun 2011 telah didaulat sebagai tuan rumah untuk kegiatan serupa. Kompetisi tahun ini secara resmi dibuka di IKIP PGRI Semarang, belum lama ini.

“Saat ini kami baru melakukan pelatihan dari kampus ke kampus,” ungkap Sigit Adhi Wibowo, salah satu panitia kompetisi itu. Hadiahnya tidak tanggung-tanggung, uang senilai 500 Euro dan kesempatan mengikuti konferensi Wikipedia di luar negeri.

Selain Unnes dan IKIP PGRI Semarang, perguruan tinggi lain yang terlibat adalah Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Indonesia (UI). Selain itu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sigit mengatakan, kompetisi dilakukan untuk meningkatkan jumlah artikel berbahasa Jawa di laman itu. “Supaya orang lain yang mencari referensi di internet tentang bahasa dan budaya Jawa akan semakin banyak menemukan artikel terkait,” kata alumnus Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes itu.

Dalam kesempatan berbeda, pendiri Wikipedia Bahasa Jawa Revo Arka Giri Soekatno menyebutkan, pada 2012 ini terdapat 37 ribu artikel berbahasa Jawa yang dibaca oleh 12 ribu pengguna terdaftar. “Sayangnya, jumlah artikel dalam Bahasa Jawa tersebut masih menempati urutan ke-66 dari total 285 edisi bahasa Wikipedia di dunia di bawah bahasa lokal Ceko dan bahasa lokal di India,” ujar Revo.

Dia juga mengatakan, artikel berbahasa Jawa dan jumlah pembacanya akan semakin bertambah jika semakin banyak juga kontributor yang menulis di Wikipedia berbahasa Jawa ini. Hal itu dibuktikan dengan naiknya jumlah kontributor dari dua orang menjadi 44 orang pada kompetisi serupa yang diselenggarakn di Unnes tahun 2011- 2012. “Misi pelestarian pada bahasa yang memiliki penutur terbanyak urutan ke sebelas di dunia ini pun juga didukung Wikipedia US, Prancis, dan Indonesia,” pungkasnya.

Wikipedia Bahasa Jawa dapat dikunjungi di laman jv.wikipedia.org.

Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa Bahasa Jepang Lolos Seleksi Esai Internasional

Mahasiswa Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Purwanti, lolos dalam seleksi naskah yang diselenggarakan oleh Japan Return Program (JRP), baru-baru ini.

“JRP yang berkantor di Akayasa Tokyo Jepang, tiap tahunnya mengadakan lomba esai berbahasa Jepang yang bertemakan perdamaian,” kata Ketua Prodi Bahasa Jepang FBS Unnes Ai Sumirah Setiawati. Lomba itu diperuntukkan bagi anak muda berumur 15-27 tahun.

Tiap tahunnya, ia mengatakan, JRP memilih 15 orang dengan naskah terbaik untuk dipresentasikan dalam internasional summit di Jepang selama dua minggu. “Tahun ini tema yang diangkat adalah Heiwa-Kizuna de Tsunagu Chikyuu (Perdamaian Bumi yang Disatukan dengan Ikatan),” katanya.

Sebanyak 130 peserta dari 61 negara mengikuti lomba ini. “Untuk bisa tampil dalam international summit tersebut, masih ada satu tahapan seleksi lagi yaitu wawancara langsung dari Jepang melalui telepon atau skype,” ujar Ai Sumirah.

Universitas Negeri Semarang

Supaya Bahasa Jawa Tak Jadi Momok

Penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda makin terkikis. Perlu adanya langkah nyata dari segenap pemangku kepentingan.

Guguslatih Racana Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang (Unnes), menyelenggarakan lomba debat berbahasa Jawa, Sabtu (28/4) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). SMA Pondok Pesantren Selamat (PMS) Kendal berhasil tampil memikat dan memenangi lomba itu.

Juara II adalah SMA Karangtengah Demak dan Juara III SMK Grafika Semarang. Meski hanya diikuti 9 peserta, lomba sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kartini’s Return VI Tahun 2012 itu cukup meriah.

Salah satu juri lomba Ermy Dyah Kurnia mengemukakan, kegiatan itu harus mendapat banyak apresiasi karena wadah siswa untuk mengembangkan potensi. “Selama ini bahasa Jawa dianggap sebagai momok. Dengan adanya kegiatan ini siswa dapat lebih mendalami bahasa Jawa terutama ragam krama. Membiasakannya dalam rangka menghormati yang lebih tua,” ujar Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes ini.

Selain itu, Ermy mengemukakan, persaingan berlangsung secara kompetitif dan meriah. “Antusiasme yang tinggi dari peserta menunjukkan mereka berani untuk berbahasa Jawa. Kebanyakan anak sekarang enggan menggunakannya karena takut salah, atau bahkan makin jarang diajarkan dalam keluarga,” katanya.

Juri lain, Amidi mengatakan, keseluruhan peserta belum mampu memahami tema-tema yang diberikan panitia. “Ke depan, hendaknya substansinya lebih dikhususkan supaya peserta lebih menguasai materi dan tidak terlalu luas cakupannya,” kata staf Bidang Kemahasiswaaan Unnes ini.

Lomba terdiri dari babak penyisihan, semi final, dan final. Para pemenang mendapat trofi dan piagam penghargaan.

Universitas Negeri Semarang

Jurusan Bahasa Jepang Adakan Lomba Band

Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyelenggarakan lomba band yang terbuka untuk umum.

Adapun persyaratan lomba, tiap peserta membawakan 1 lagu wajib dan 1 lagu bebas; lagu wajib: Sindentosca – kepompong, The Changcuters – Senandung Pertemanan, Audi – sahabat, Zigas – sahabat jadi cinta, Nidji – arti sahabat. Lagu bebas diwajibkan lagu berbahasa Jepang (nonmetal atau underground).

Temu teknis dilaksanakan Jumat, 18 Mei pukul 16.00 di gedung B4 FBS Unnes. Audisi dilaksanakan Minggu, 20 Mei 2012 di Studio Letta 1 pukul 09.00. Pengumuman hasil audisi dilaksanakan setelah semua peserta tampil. Dari audisi akan dipilih 3 grup terbaik untuk difinalkan pada malam puncak “Nihon Matsuri” di gedung B6 FBS Unnes, Sabtu, 2 Juni 2012 pukul 19.00 WIB. Sedangkan temu teknis final akan dilaksanakan setelah pengumuman audisi.

Kriteria penilaian adalah aransemen, performance, kostum, dan harmonisasi. Contact person: Indra (08975900669), Putri (085726702271) atau buka http://www.pendidikanbahasajepang-unnes.com/

Universitas Negeri Semarang

Peluang Beasiswa Bagi Mahasiswa Bahasa Jepang

Semenjak 2009, The Japan Foundation menyelenggarakan Japanese Language Program for Overseas Students university Students), yaitu program pelatihan bahasa Jepang yang ditujukan bagi mahasiswa bahasa Jepang di luar negara Jepang. Salah satu negara yang dipilih adalah Indonesia.

Ketua program studi (Prodi) Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ai Sumirah Setiawati mengungkapkan, beasiswa itu bertujuan memberi kesempatan bagi mahasiswa bahasa Jepang untuk memperdalam pengetahuan tentang bahasa, budaya, dan masyarakat Jepang. “Hal itu dirasa penting untuk dapat meningkatkan minat para mahasiswa dalam mempelajari bahasa Jepang,” katanya.

Dia melanjutkan, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes yang berprestasi mendapat kesempatan untuk mengikuti program pelatihan ini di Osaka Jepang selama 6 minggu. “Tahun 2009 Unnes diberi kehormatan dengan kuota 5 orang mahasiswa, kemudian pada tahun berikutnya hanya 1 orang saja,” katanya.

Tahun ini, Unnes kembali diberi kesempatan untuk mengikuti program yang akan dilaksanakan mulai 6 November hingga 20 Desember 2012 itu. Pelatihan dilaksanakan di The Japan Foundation Japanese Language Institute Kansai (Osaka) Jepang.

Pendaftar adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang dan mempunyai kemampuan berbahasa Jepang, baik lisan maupun tulisan untuk keperluan komunikasi, pidato, dan diskusi. Peserta diharuskan sehat jasmani dan rohani. Selain itu semua biaya pelatihan termasuk tiket pesawat pulang-pergi ditanggung pihak penyelenggara, kecuali biaya pembuatan paspor dan visa.

Pendaftaran dapat dilakukan pada jam kerja kepada Dyah Prasetyarini MPd, di gedung B4 lantai 1 Jurusan Bahasa dan Sastra Asing FBS Unnes. Pendaftaran itu dibuka hingga 5 Mei 2012. Seleksi tulis dilaksanakan 12 Mei 2012 di B4 ruang 130, tes wawancara akan diberitahukan kemudian. Pendaftar mengganti biaya fotokopi soal ujian sebesar Rp5.000.

Universitas Negeri Semarang

Unnes Jadi Tuan Rumah Temu Mahasiswa Bahasa Daerah

Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui himpunan mahasiswa (Hima) Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) akan menyelenggarakan Sarasehan Budaya Daerah Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia (Imbasadi) Regional Jawa-Bali. Kegiatan diselenggarakan Jumat-Minggu, 13-15 April 2012 di FBS Unnes.

Koordinator kegiatan Heri Purnomo mengemukakan, sarasehan akan dihadiri delegasi universitas se-pulau Jawa dan Bali yang memiliki jurusan bahasa daerah. Melalui kegiatan ini, akan ditingkatkan jalinan kerja sama antar mahasiswa jurusan itu. “Sarasehan ini telah puluhan kali dilaksanakan. Tahun sebelumnya diselenggarakan di Univet Sukoharjo,” ujarnya.

Pada hari pertama kegiatan, Heri mengatakan, peserta akan disuguhi welcome party berupa sajian kesenian. Tiap delegasi diwajibkan memamerkan pakaian khas dari daerah masing-masing. “Juga akan ada seminar “Transformasi Wiracarita Ramayana dan Mahabarata dari India ke Indonesia” dengan pembicara Dr Mujizah dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, dan Hanna Debroska, Peneliti Kebudayaan Asia Timur,” kata Heri.

Selain itu, pada hari sama yang merupakan acara inti, akan diselenggarakan sarasehan budaya daerah dengan tema “Peran Nyata Imbasadi terhadap Eksistensi Pelestarian Kebudayaan di Indonesia”. Di dalamnya, delegasi tiap-tiap universitas diharuskan melaporkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tema itu. Kegiatan berlanjut dengan pentas budaya.

Hari terakhir, peserta melakukan papanisasi gang di sekitar kampus Unnes. Di depan setiap gang akan diberi nama bertuliskan aksara Jawa. Sebagai penutup kegiatan, peserta mengunjungi berbagai objek wiata di kota Semarang.

Universitas Negeri Semarang

Jumat Pagi, Pergelaran Wayang Kulit di Jurusan Bahasa Jawa

Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang akan menyelenggarakan pergelaran wayang kulit padat (ringkas), Jumat (9/3), dengan dalang Ki Widodo, dosen jurusan itu. Pergelaran akan membabar lakon Bambang Ekalaya.

Acara tersebut dalam rangka tasyakuran gedung baru Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa. Semula jurusan itu menempati gedung B1 kini telah berpindah ke B8. Dijadwalkan para pejabat di lingkungan Unnes akan menghadiri acara yang dihelat di pelataran B8 mulai pukul 08.00 itu.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Yusro Edy Nugroho mengemukakan, acara ini sebagai rasa syukur atas ditempatinya kantor dan ruang kuliah baru. “Dengan sarana dan prasarana yang kian memadai, mahasiswa tidak perlu lagi mengeluh karena kekurangan ruang dan fasilitas,” katanya.

Yusro juga mengemukakan, pergelaran wayang kulit ini sekaligus mendukung visi universitas konservasi. “Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa akan selalu konsisten menegakkan pilar-pilar konservasi budaya yang diusung Unnes. Salah satu caranya adalah dengan tetap ngleluri dan mengembangkan kebudayaan dan kesenian Jawa, utamanya di universitas tercinta ini,” tandasnya sambil mengajak siapa pun untuk menghadiri acara yang terbuka untuk umum ini.

Universitas Negeri Semarang

Apel Berbahasa Jawa, Peringati Hari Bahasa Ibu

Ada yang berbeda pada apel pagi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang, Senin (20/2). Petugas apel mulai dari protokol, komandan, pembina, hingga pendoa, menggunakan bahasa Jawa. Terasa asing, beberapa peserta apel yang terdiri dari karyawan, dosen, dan pejabat fakultas menahan senyum.

“Para nayaka, sigra!” begitu tegas Teguh Supriyanto menyiapkan barisan. Ya, apel pagi itu diperingati sebagai hari bahasa ibu yang sedianya diperingati 21 Februari 2012. Tidak lain, semua petugas adalah dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa fakultas itu.

“Dinten basa ibu dipunpengeti amargi kita sampun kuwatos, basa asli sampun boten dipunginakaken malih kaliyan generasi sangandhap kita (hari bahasa ibu diperingati karena kita khawatir, bahasa asli sudah tidak lagi digunakan oleh generasi di bawah kita),” ujar Yusro Edy Nugroho, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa yang menjadi pembina.

Dalam amanatnya, Yusro menegaskan supaya kehadiran segenap karyawan maupun dosen tidak sekedar memenuhi kewajiban semata. Menawi saben tindak kantor namung presensi, maos koran, lajeng tindak malih, menika saged dipunwastani makarya nanging sanes makarti. Sejatosipun makarti menika kedah jumbuh kaliyan menapa ingkang dados jejibahan kita sami (Jika setiap hari ke kantor hanya presensi, membaca koran, kemudian pergi lagi, itu bisa dianggap makarya tapi bukan makarti. Yang disebut makarti haruslah selaras dengan apa yang menjadi tanggung jawab kita),” paparnya.

“Sampun dados jejibahan kita sami bilih gesangipun basa ibu gumantung kita piyambak, mila mangga ginakaken basa ibunipun piyambak-piyambak (sudah menjadi tanggung jawab kita bersama jika keberlangsungan bahasa ibu bergantung diri kita sendiri, maka mari kita menggunakan bahasa asli),” ujar Yusro sambil mengajak untuk selalu mengajarkan bahasa asli kepada anak sendiri.

Universitas Negeri Semarang

Puluhan Dosen Ikuti Tes Penjaringan Pelatihan Bahasa Inggris

Tak kurang dari 40 dosen Universitas Negeri Semarang mengikuti tes penjaringan calon peserta latihan bahasa Inggris, Kamis (19/1) di gedung H universitas konservasi.

“Dosen yang lulus tes akan dikirim untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris selama 6 bulan di Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan,” papar Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unnes, Prof Fathur Rokhman.

Hal itu sesuai dengan surat dari Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan nomor: 3702/E4.1/2011 tanggal 22 Desember 2011 tentang pelatihan bahasa Inggris untuk dosen tahun 2012.

Adapun syarat dan ketentuan dosen yang dapat mengikuti program tersebut, calon peserta pelatihan adalah dosen tetap dan sudah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), dan berumur tidak lebih dari 45 tahun. Nantinya, calon peserta terpilih juga harus mengikuti placement test di pusat bahasa terdekat (UI, ITB, UGM, UM atau IALF) pada tanggal 3 Februari 2011.

Dari hasil placement test tersebut, calon peserta yang telah memiliki IELTS 5.0 – 6.0 atau TOEFL 500 – 550 tidak perlu mengikuti placement test. Nilai yang didapat bukan hasil test TOEFL Like/institusional atau IELTS like.

Peserta yang diterima, wajib mengikuti pelatihan sebanyak 85% kehadiran dihitung tiap bulan. “Bila peserta tidak memenuhi ketentuan ini, maka yang bersangkutan akan dikembalikan ke perguruan tinggi asal, dan tidak direkomendasikan untuk studi ke luar negeri dengan beasiswa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,” tandas Prof Fathur.

Pelatihan akan diadakan di pusat bahasa UI, ITB, UGM, UM, dan IALF bertempat di kota Jakarta, Surabaya, dan Bali. Program ini dimulai pertengahan bulan Februari sampai Juli 2012.

“Seluruh biaya perjalanan, biaya hidup, dan transportasi lokal peserta selama pelatihan, ditanggung oleh universitas,” ujar Prof Fathur.

Universitas Negeri Semarang